Stop Kebiasaan Mengguncang Bayi

“Duuh.., cengeng banget sih! Kamu maunya apa sih sayang?” keluh seorang ibu seraya menggendong buah hatinya. Tentu anda pernah memiliki pengalamaan serupa. Namun bagaimana jika tangis sikecil tak kunjung reda? Guna menenangkan tangisnya, orangtua kerap menimang alias mengguncang bayi. Tahukah anda, saat kepala bayi bergerak ke depan dan ke belakang selama kurun waktu 5–20 detik dapat berakibat fatal?

Seringkali terjadi ibu menggendong buah hatinya yang sedang menangis dengan mengguncang-guncangkannya sambil berharap tangisannya akan mereda.. Padahal kemungkinan besar bayi merasa lelah, lapar, kedinginan, ingin diganti popok, ingin bersendawa atau ingin didekap saja.


Jadi, mulai sekarang hindari mengguncang-guncang bayi dengan maksud menenangkan atau meninabobokan. Tanpa disadari megguncang bayi bisa menimbulkan masalah serius pada otak bayi dan dapat berlangsung permanen, seperti kerusakan otak, cerebral palsy, buta, epilepsi, kesulitan berbicara, kesulitan koordinasi.
Parahnya lagi, dapat terjadi sindroma guncangan yang dapat mengakibatkan kematian mendadak, dikenal sebagai Shaken Baby Syndrome. Bahkan perilaku mengguncang bayi digolongkan tindakan penyiksaan anak.

Mengapa Mengguncang Bayi Berbahaya?

Bayi memiliki kepala lebih besar dibandingkan dengan anggota tubuh yang lain, dan otot lehernya masih lemah. Jika diguncang, kepalanya akan tersentak ke depan dan ke belakang. Kemudian sentakan tersebut akan mengguncang dan merusak otak. Bahkan pembuluh darah kecilnya bisa ikut rusak dan menimbulkan pendarahan diotak dan sekitarnya, juga pada mata bayi.
Umumnya resiko terbesar dialami bayi berusia dibawah satu tahun, namun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada usia yang lebih besar.
Menurut penelitian, mengguncang-guncang anak yang dilakukan saat emosi orangtua tidak terkontrol, kekuatannya meningkat 5 hingga 10 kali lipat dibandingkan saat bayi jatuh atau terpeleset. Jadi meski goncangan hanya terjadi beberapa detik saja, bisa merusak kehidupan masa depan sang bayi. Mulai sekarang, hentikan kebiasaan mengguncang-guncang bayi.

Don’t Try This At Home!
* Melempar bayi ke udara.
* Lari-lari sambil membawa bayi di punggung atau di kepala.
* Kuda-kudaan (bayi naik ke punggung, naik ke kaki dan digoyang-goyang).
* Memutar-mutar bayi.

Jangan lupa mengingatkan orang-orang disekitar si kecil, seperti pengasuh, kakek-nenek, saudara untuk tidak mengguncang bayi.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

makasih tipsnya. bermanfaat..